Harimaki

HARIMAKI

BelajarAnalisisTesBimbel
MasukDaftar
Belajar/Fisika/Fluida/Fluida Statis/Hukum Archimedes
InformasiPetaHargaStatusRilisStudio

© 2026 PT Harimaki Studio

Kembali

Materi

Hukum Archimedes

Menghubungkan tekanan fluida dengan gaya apung pada benda yang tercelup.

Tes

Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam fluida menerima gaya ke atas. Besarnya gaya itu sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh bagian benda yang tercelup. Gagasan ini menjelaskan mengapa kapal baja dapat mengapung, mengapa hidrometer dapat mengukur massa jenis, dan mengapa benda terasa lebih ringan di dalam air.

Inti dalam satu kalimat

Bukan bahan bendanya yang langsung menentukan gaya apung, melainkan massa jenis fluida dan volume fluida yang dipindahkan.

Ilustrasi Hukum Archimedes

Peta Materi

Tekanan hidrostatis → selisih gaya tekanan → gaya apung → kondisi mengapung, melayang, atau tenggelam. Gunakan halaman Bab Fluida Statis untuk melihat posisi Materi ini dalam urutan belajar.

Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan Materi ini, kamu diharapkan dapat:

  • menjelaskan asal gaya apung dari distribusi tekanan pada benda;
  • menggunakan persamaan Archimedes beserta satuan dan arah gayanya;
  • membandingkan massa jenis benda dan fluida untuk menentukan keadaan benda;
  • memodelkan contoh sehari-hari, lalu memeriksa hasilnya dengan tes.

Prasyarat

  • konsep gaya dan resultan gaya;
  • massa jenis ρ=mV\rho = \frac{m}{V}ρ=Vm​;
  • tekanan dan tekanan hidrostatis;
  • konversi volume, terutama liter ke meter kubik.

Penjelasan

Tekanan fluida bertambah saat kedalaman bertambah. Pada benda yang tercelup, bagian bawah menerima tekanan yang lebih besar daripada bagian atas. Jika gaya tekanan pada seluruh sisi dijumlahkan, komponen mendatar saling meniadakan dan tersisa resultan vertikal ke atas, yaitu gaya apung FAF_AFA​.

Arah gaya apung selalu ke atas, sedangkan berat benda w=mgw = mgw=mg mengarah ke bawah. Keadaan benda ditentukan oleh perbandingan kedua gaya tersebut saat setimbang:

  • mengapung: sebagian benda berada di atas permukaan dan FA=wF_A = wFA​=w;
  • melayang: seluruh benda tercelup dan FA=wF_A = wFA​=w;
  • tenggelam: benda bergerak turun karena FA<wF_A < wFA​<w.

Konstanta

Simbol ggg menyatakan percepatan gravitasi. Untuk latihan dekat permukaan Bumi, gunakan g=9.8 m/s2g = 9.8\,\mathrm{m/s^2}g=9.8m/s2 kecuali soal menetapkan 10 m/s210\,\mathrm{m/s^2}10m/s2. Nilai ini adalah pendekatan lokal, bukan bagian khusus dari Hukum Archimedes.

Variabel

SimbolArtiSatuan SI
FAF_AFA​gaya apungN
ρf\rho_fρf​massa jenis fluidakg/m³
VtV_tVt​volume fluida yang dipindahkan (volume tercelup)m³
gggpercepatan gravitasim/s²
mmmmassa bendakg
wwwberat bendaN

Subskrip fff berarti fluida. Untuk benda yang mengapung, VtV_tVt​ dapat lebih kecil daripada volume total benda; gunakan hanya bagian yang tercelup.

Rumus

Persamaan utama Hukum Archimedes adalah

FA=ρfgVtF_A = \rho_f g V_tFA​=ρf​gVt​

Dengan resultan gaya vertikal, model sederhananya adalah

∑Fy=FA−w=ρfgVt−mg\sum F_y = F_A - w = \rho_f g V_t - mg∑Fy​=FA​−w=ρf​gVt​−mg

Jika benda mengapung atau melayang dalam keadaan setimbang, ∑Fy=0\sum F_y = 0∑Fy​=0 sehingga ρfVt=m\rho_f V_t = mρf​Vt​=m. Persamaan ini membantu menentukan volume tercelup tanpa menghafal kasus baru.

Penurunan Rumus

Pertimbangkan balok dengan luas penampang horizontal AAA, permukaan atas pada kedalaman h1h_1h1​, dan permukaan bawah pada kedalaman h2h_2h2​. Tekanan hidrostatis bertambah sebesar ρfgh\rho_f g hρf​gh. Selisih tekanan antara bawah dan atas adalah

ΔP=P2−P1=ρfg(h2−h1)\Delta P = P_2 - P_1 = \rho_f g (h_2 - h_1)ΔP=P2​−P1​=ρf​g(h2​−h1​)

Karena gaya tekanan pada bidang datar adalah F=PAF = P AF=PA, resultan ke atasnya menjadi

FA=ΔPA=ρfg(h2−h1)A=ρfgVtF_A = \Delta P A = \rho_f g (h_2 - h_1) A = \rho_f g V_tFA​=ΔPA=ρf​g(h2​−h1​)A=ρf​gVt​

Langkah terakhir memakai Vt=A(h2−h1)V_t = A (h_2 - h_1)Vt​=A(h2​−h1​), yaitu volume bagian benda yang tercelup. Untuk bentuk yang tidak beraturan, volume ini dapat dicari dari volume fluida yang berpindah.

Peristiwa

  • Kapal: lambung berongga membuat volume air yang dipindahkan cukup besar, sehingga berat air yang dipindahkan dapat menyeimbangkan berat kapal.
  • Es di air: massa jenis es lebih kecil daripada air, maka es mengapung dan hanya sebagian volumenya yang tercelup.
  • Hidrometer: alat dibuat agar kedalaman tercelup berubah ketika massa jenis cairan berubah; skala kedalaman itu dikalibrasi menjadi skala massa jenis.
Memuat eksperimen gaya apung...

Aplikasi

  1. Rancang apung. Insinyur memilih bentuk lambung agar volume perpindahan tetap aman ketika muatan bertambah.
  2. Pengukuran massa jenis. Prinsip gaya apung dipakai pada hidrometer dan pengukuran volume benda tidak beraturan.
  3. Kesehatan dan teknologi. Prinsip yang sama muncul pada pelampung, balon udara, dan perangkat yang mengatur kedalaman di air.

Contoh Soal

Sebuah benda memindahkan air sebanyak 2.0 L2.0\,\mathrm{L}2.0L. Jika ρair=1000 kg/m3\rho_{\mathrm{air}} = 1000\,\mathrm{kg/m^3}ρair​=1000kg/m3 dan

g=9.8 m/s2g = 9.8\,\mathrm{m/s^2}g=9.8m/s2, tentukan gaya apungnya.

Penyelesaian. Ubah volume terlebih dahulu: 2.0 L=2.0×10−3 m32.0\,\mathrm{L} = 2.0 \times 10^{-3}\,\mathrm{m^3}2.0L=2.0×10−3m3. Maka

FA=(1000)(9.8)(2.0×10−3)=19.6 NF_A = (1000)(9.8)(2.0 \times 10^{-3}) = 19.6\,\mathrm{N}FA​=(1000)(9.8)(2.0×10−3)=19.6N

Gaya apungnya adalah 19.6 N19.6\,\mathrm{N}19.6N ke atas.

Latihan

  1. Sebuah benda memindahkan 0.015 m30.015\,\mathrm{m^3}0.015m3 air. Hitung gaya apung dengan g=10 m/s2g = 10\,\mathrm{m/s^2}g=10m/s2.
  2. Berat benda adalah 120 N120\,\mathrm{N}120N, sedangkan gaya apungnya 150 N150\,\mathrm{N}150N. Ke mana resultan gaya bekerja? Jelaskan.
  3. Mengapa volume yang dipakai pada rumus harus volume tercelup, bukan selalu volume total benda?

Tes Soal

Gunakan Tes Hukum Archimedes sebagai pemeriksaan singkat setelah latihan. Hasil tes menjadi salah satu bukti checklist “learned” untuk Materi ini; membuka halaman saja tidak menandai Materi selesai.

Daftar Isi

  1. Peta Materi
  2. Tujuan Pembelajaran
  3. Prasyarat
  4. Penjelasan
  5. Konstanta
  6. Variabel
  7. Rumus
  8. Penurunan Rumus
  9. Peristiwa
  10. Aplikasi
  11. Contoh Soal
  12. Latihan
  13. Tes Soal
Belajar
Belajar
Analisis
Analisis
Tes
Tes
Bimbel
Bimbel
Fluida Statis